Pria Lebih Menderita Karena Putus Cinta, Benarkah? Ini Fakta nya!

Bila kita bicara pasca putus cinta, pasti banyak orang yang beranggapan bahwa wanita adalah orang yang paling ter-sakiti. Padahal sebenarnya tidak loh, beberapa fakta menunjukkan bahwa ternyata pria adalah makhluk paling lemah ketika menghadapi patah hati. Banyak fakta yang menunjukkan bahwa pria lebih menderita karena putus cinta. Benarkah pria selemah itu?

Emang sih secara kasat mata perempuan akan terlihat begitu mudahnya menangis saat ia ditinggalkan pasangannya. Namun hal itu bukan bukti kuat bahwa perempuan lebih menderita daripada pria ketika mereka putus cinta.

Biasanya perempuan akan menangis berhari-hari setelah mereka putus cinta. Namun pria biasanya malah nongkrong asyik dengan teman-temannya seolah tidak terjadi apa-apa. Padahal saat itu sebenarnya pria juga sedang merasakan kesedihan nya.

Seorang Profesor dari Wake Forest University, Amerika Serikat bernama Robin Simon (Kompas, 29 Desember 2019) yang memimpin penelitian tentang hal ini sangat terkejut dengan hasil penelitiannya. Bagaimana tidak, selama ini kita melihat perempuan adalah orang yang paling merana saat menghadapi putus cinta karena mereka sering menangis dan memperlihatkan kesedihan nya.

Sedangkan menurut hasil dari penelitian profesor Robin Simon menyatakan bahwa pria akan lebih reaktif terhadap hubungan asmara nya. Kesehatan mental seorang pria akan sangat terpengaruh oleh hubungan asmara mereka, jika hubungannya jelek maka kesehatan mental pria akan buruk, bahkan cenderung mudah stres.

Berikut ini adalah beberapa fakta dan alasan kenapa pria lebih menderita karena putus cinta dan kenapa banyak orang tidak mengetahuinya.

A. Tidak Ada Tempat Pelarian

Dalam hal ini kita bisa melihat perbedaan yang cukup signifikan. Wanita, saat mereka putus cinta, biasanya ada banyak teman atau sahabat mereka yang bisa dijadikan tempatnya curhat dan melepaskan semua beban mereka. Bahkan meski wanita curhat hinga berminggu-minggu dengan hal yang sama kepada temannya, temannya akan setia mendengarkannya.

Sedangkan pria berbeda, teman pria terkadang tidak begitu perduli dengan perasaan temannya. Pria tidak akan banyak curhat masalah patah hati ke temannya. Disamping itu, teman pria juga kadang malas mendengarkan curhatan galau temannya karena cinta.

Hal ini akan membuat pria kehilangan tempat untuk melarikan perasaannya. Pria justru mengatasinya dengan cara yang instan, yaitu dengan mabuk, main ataupun bersenang-senang dengan temannya. Padahal hal tersebut hanya menghilangkan perasaannya sebentar saja, selepas itu dia harus bertarung lagi dengan rasa sakitnya kembali.

B. Pria Menekan Perasaannya

Karena sulitnya menemukan pelarian patah hatinya, seorang pria akan terus menekan perasan nya. Apalagi jika berada di lingkungan teman-temannya, yang mana jika dia terlihat sedih karena cinta dia akan di ledek sebagai seseorang yang lemah dan cemen dalam hal cinta. Padahal hati dan cinta tidak memandang jenis kelamin.

Hal inilah yang membuat pria semakin tersiksa dengan perasaannya saat mengalami patah hati. Ada tuntutan harus tegar bagi pria saat mereka patah hati. Inilah yang membuat pria lebih menderita ketika mereka putus cinta.

C. Pria Tidak Suka Memulai dari Awal

Hal terberat bagi seorang pria ketika mereka putus cinta adalah harus mengenal kembali orang yang baru untuk membentuk masa depan cinta mereka. Hal ini sangat berat sekali bagi pria, karena memang hakikatnya pria malas untuk kenal lagi dan memulai dengan orang baru yang belum tentu cocok dengannya.

Memang, saat putus cinta banyak pria yang langsung mencari pasangan atau penggantinya yang baru. Namun harus diketahui bahwa hal itu pria lakukan agar mereka terlihat baik-baik saja, dan bisa hidup tegar tanpa mantan kekasihnya. Padahal itu semua hanya topeng dan pelarian nya saja agar tidak di sangka sebagai pria lemah.

Kalapun seorang pria berhasil mendekati wanita baru dan mengajak nya jalan, pasti beberapa waktu kemudian mereka akan sadar bahwa butuh waktu lama untuk sembuh dari kisah masa lalu yang mereka sudah lalui bersama dengan mantan nya.

D. Seks Membuat Pria Terikat

Akan sangat bohong sekali jika dikatakan bahwa pria yang bercinta dengan wanita hanya karena nafsu dan kebutuhan biologis saja . Hal itu mungkin tidak salah, namun lebih tepatnya pria melakukan hal tersebut bukan hanya karena nafsu belaka dan kebutuhan biologis saja, melainkan lebih dari itu.

Fakta nya, seks membuat pria lebih terikat dengan wanita yang di cintainya. Seorang pria yang melakukan hubungan seks dengan pasangannya akan jauh lebih terikat ketimbang pria yang belum pernah melakukannya sama sekali.

Saat pria kehilangan pasangannya maka ia akan sangat berat sekali melupakan pasangannya. Karena hal ini membuat pria begitu ketergantungan terhadapnya. Bahkan pria sulit sekali melupakannya.

E. Hal Buruk Menjadi Rutinitas nya Kembali

Biasanya pria akan meninggalkan hal buruk ketika ia mendapatkan wanita yang dicintainya. Namun saat mereka mengalami patah hati, maka hal buruk tersebut kembali mereka lakukan dengan alasan sebagai pelarian.

Tanpa mereka sadari bahwa hal tersebut tidak menyembuhkan mereka justru malah menyiksa dari kenangan pahit bersama mantan nya. Hal tersebut terus pria lalukan, namun mereka tidak kunjung baik dan lupa dengan masa lalunya.

Hal ini justru membentuk mereka menjadi pribadi yang lebih buruk bahkan lebih buruk lagi dari sebelum mereka mengenal wanita yang membuatnya patah hati. Hal ini membuktikan bahwa pria lebih menderita karena putus cinta ketimbang wanita.

Tinggalkan komentar